Kamis, 25 Juni 2015

Orang Sukses VS Orang Gagal


Orang Sukses vs Orang gagal
Dear pembaca,
Perbedaan, apapun objek yang dibicarakan, Perbedaan selalu menjadi topik yang menarik karena selalu menjadi perdebatan yang tidak sebentar. 

karena perbedaanlah kita bisa hancur, tapi perbedaan juga dapat membuat kita maju tergantung dari sudut pandang & mental kita. 

Dalam email kali ini saya tidak akan membahas perbedaan agama, atau perbedaan individu dalam hubungan asmara (hehe..), tetapi saya akan membahas perbedaan antara orang Orang sukses (kaya) & Orang gagal (miskin). sukses dan gagal banyak artinya, tapi disini saya membahasnya dari sisi materi. Kenapa dari sisi materi? saya akan membahasnya juga dibawah.

Okeh! sekarang yuk kita bahas apa perbedaan orang Sukses & Gagal. Oh ya, Hal perbedaan ini tidak dapat kita disangkut-pautkan ke dalam hal Keyakinan, Etnis, atau orang tua kaya/miskin. Karena selalu ada orang sukses di tiap keyakinan, selalu ada orang sukses di tiap Etnis, Banyak sekali orang Kaya raya berasal dari keluarga miskin, bahkan percaya atau tidak, Forbes mengatakan 90% orang terkaya dunia berasal dari keluarga yang miskin.

Orang sukses & Gagal sama-sama makan nasi, memiliki usia yang sama, tidak peduli betapa miskinnya suatu negara, pasti ada saja orang kaya raya di negara tersebut. Lalu apa sih perbedaan orang kaya & miskin ? Kenapa banyak sekali orang kaya yang jatuh miskin, dan orang miskin yang Menjadi kaya Raya.

Saya akan memberikan beberapa contoh orang yang Kaya Raya menjadi jatuh miskin. 

Untuk orang yang miskin menjadi Kaya raya, tidak usah jauh-jauh. Dinegara kita ada si Anak Singkong yang berasal dari keluarga tidak mampu, ada Liem Siu Liong (pendiri BCA) yang lulusan SD, ada juga William Soeryadjaya (P.T. Astra) & Eka Tjipta Widjaja (Sinarmas Group) yang bisa begitu hebat meski hanya lulus SD atau SMP..

Dari Kenyataan Tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa yang membedakan orang Sukses & Gagal dimasa depan bukanlah Tingkat pendidikan saat ini (banyak sarjana yang gagal loh!), bukan juga banyaknya uang yang kita punya sekarang, juga bukan etnis, Kepercayaan, dan makanan.  Lalu apa yang membuat kita berbeda ?

Perbedaannya jelas:
1. Manajemen Keuangan, 
Orang miskin selalu membeli barang keinginan, sehingga tidak punya aset (asetnya sedikit sekali), kalaupun dia menabung, ya untuk dibelikan barang keinginan. Orang kaya selalu menunda kesenangan, Orang kaya belanja dari uang hasil investasinya.

2. Keberanian,
Orang miskin selalu Takut bertindak. Orang kaya sejati selalu mengembangkan diri dan belajar untuk selalu maju, dan berani mengambil resiko (manajemen resiko). "Hujan sama-sama turun bagi orang Sukses & Gagal, orang Gagal takut keluar, orang Sukses menghadapinya".

Bagi saya, dua poin diatas adalah dasar (akar) dari sifat tiap orang sukses. 

Manajemen Keuangan, tentu berapapun uang yang kita punya akan habis kalau kita tidak manaj dengan baik, hal ini dapat dipelajari.

Justru keberanianlah yang menjadi akar masalah utama bagi orang Gagal, terlalu banyak orang gagal Karena TAKUT. Pada tahun 1929 (pada saat saham Amerika Runtuh), banyak orang takut masuk pasar. Tahukah anda beberapa saat kemudian Saham-saham tersebut meroket kembali dan muncullah Warrent Buffet yang mengambil kesempatan tersebut (Saat ini beliau adalah orang terkaya ke-2 didunia), beliau mengatakan: "pada tahun 1929, Berlian bertebaran dijalan, namun orang-orang terlalu takut keluar untuk memungutnya".



KUNCI BAHAGIA




TAHUKAH ANDA KUNCI BAHAGIA?


Kali ini kita akan membahas mengenai kebahagiaan. Ya benar kebahagiaan. 

Beberapa tahun yang lalu, saya melihat suatu kartun di suatu majalah asing, isinya seorang anak perempuan sedang berbincang dengan ibunya. Si anak menanyakan pada ibunya bagaimana cara mendapat kebahagiaan.

Dengan penuh penekanan ibunya mengatakan: “Mungkin kamu belum tahu, bahwa kebahagiaan itu datangnya dari dalam. Dari dalam apa? Kebahagiaan itu datangnya dari dalam kotak perhiasan emas berlian, dari dalam rekening tabungan dan deposito yang melimpah.” 

Hahaha …
Anda terlalu serius sih... Senyum dikit dong…
Itu adalah suatu kartun yang mengkritik bagaimana orang-orang banyak mengira bahwa memiliki harta bisa membuatnya bahagia. Suatu kesalahan besar.

Psikolog dan filsuf sudah lama tahu bahwa harta tidak membawa pada kebahagiaan, namun ingat….  sebaliknya ‘tidak punya harta’ juga tidak membawa kepada kebahagiaan. Sebab, sejatinya kebahagiaan sepenuhnya adalah suatu ‘kondisi batin’ (state of mind), yang bisa saja dihubungkan atau ‘tidak dihubungkan’ dengan kepemilikan harta.

Lha jadi cara mendapatkan kebahagiaan itu secara ilmiah bagaimana?

Tuhan menganugerahi kita mekanisme biologis yang amat canggih dan luar biasa. Melalui upaya beratus tahun, akhirnya ilmu kedokteran modern dapat menemukan bahwa tubuh manusia memiliki berbagai hormon penting. Salah satu hormon yang sangat penting adalah serotonin. Ini adalah hormon kunci kebahagiaan, karena mengatur suasana hati, dan mampu mencegah depresi. 

Jadi singkatnya, untuk membuat Anda bahagia, maka Anda perlu mampu membuat tubuh Anda memproduksi dan melepaskan kembali hormon ini ke tubuh Anda. Maka Anda akan lebih banyak merasa bahagia. 

Maka pertanyaannya bagaimana cara meningkatkan kadar seretonin dalam tubuh? Ada beberapa cara sebagai berikut:

1.   Menghayati hal-hal yang memicu rasa bahagia.
2.   Berjemur di bawah sinar matahari, karena sinar matahari memicu tubuh untuk memproduksi vitamin D yang memicu pelepasan serotonin.
3.   Mengkonsumsi makanan yang mengandung tryptophan yang diubah oleh tubuh menjadi serotonin seperti susu dan jagung.
4.   Melakukan aerobik karena tubuh akan memproduksi serotonin ketika akan melakukan aerobik.

Sementara Anda mungkin sudah mulai merencanakan untuk melakukan langkah 2 – 4, mungkin Anda bertanya bagaimana cara melakukan yang no 1: menghayati hal-hal yang memicu rasa bahagia.

Ada 2 cara dimana kita bisa memasuki suatu kondisi mental (state of mind) apapun dengan cara:
1.   Mengingat-ingat kembali suatu kenangan
2.   Mengimajinasikan seolah-olah sedang / sudah terjadi sesuatu.

Misalkan, Anda mengingat-ingat kembali (accessing memory) mengenai peristiwa yang 100% membahagiakan Anda, artinya tidak tercampur dengan perasaan lain. Hayati sepenuhnya perasaan itu seolah-olah sedang terjadi. 

Proses ‘menghayati seolah sedang terjadi’ disebut association. Artinya, saat mengingat itu, Anda seperti mengalami lagi: melihat langsung dari mata Anda, mendengar dari telinga anda, dan merasakan ulang di tubuh Anda. 

Menghayati ini adalah kunci yang amat penting dalam keberhasilan proses menghasilkan rasa kebahagiaan riil yang akan memproduksi hormon seretonin lebih banyak. 

Jika ada yang merasa kehabisan stok memori bahagia, maka Anda bisa lakukan dengan cara imajinasi. Tanyakan, apa hal yang perlu terjadi yang akan membuat saya benar-benar bahagia. Kemudian, bayangkan hal itu terjadi dan lakukan penuh penghayatan. Tentu saja Anda sudah tahu bahwa pastikan Anda melakukan latihan imajinasi ini untuk hal-hal yang positif dan baik.

Salah satu hal paling asyik untuk memproduksi seretonin adalah dengan sering-sering bersyukur pada Yang Maha Kuasa. Caranya bagaimana? Sama dengan diatas, hayati setiap pemberian dan karuniaNya dengan penuh penghayatan rasa terima kasih. Bahkan ketika berdo’a, maka imajinasikan,yakini sepenuh hati dan hayati bahwa Tuhan tengah mengabulkan permintaan Anda. Secara otomatis Anda masuk dalam orbit kebahagiaan.

Nah, semakin sering Anda mengakses dan mengimajinasikan kebahagiaan maka semakin banyak produksi hormon seretonin Anda. Sehingga fungsi mood tubuh dan emosi akan menjadi lebih positif dan terjauh dari depresi. 
Asyik ya….


Baiklah, jadi dari 4 hal di atas, mana terlebih dahulu yang akan Anda lakukan segera? Tentu saja Anda tahu, bahwa lebih cepat akan lebih baik dan akan membuat hidup berkelimpahan bahagia.

jonichandra.bogspot.com